Istilah
“teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi
secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian
teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan
memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra
dan otak manusia. Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu
karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih
sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun
istilah “teknologi belum digunakan. Menurut Wikipedia sendiri Teknologi
merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan
bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi telah memengaruhi
masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat,
teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi.
Kemajuan teknologi tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan seimbang dengan berjalannya kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap penemuan baru diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia agar mendapatkan suatu hal yang lebih mudah, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh penemuan-penemuan yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Kemajuan teknologi tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan seimbang dengan berjalannya kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap penemuan baru diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia agar mendapatkan suatu hal yang lebih mudah, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh penemuan-penemuan yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Teknologi memang mengubah budaya yang
ada pada masyarakat. Masyarakat biasa berinteraksi secara face to face, secara
tradisional, itulah budaya mereka ketika mereka hendak menyampaikan dan
bertukar pesan. Perkembangan teknologi membuat masyarakat lebih mudah dalam
membudayakan bahasa verbalnya, namun cara yang ditawarkan teknologi berbeda
dengan cara yang tradisional. Teknologi memberikan masyarakat berinteraksi
walaupun mereka berada di jarak yang jauh. Tidak perlu kontak mata, tidak perlu
bersebelahan, tidak perlu bersentuhan, tidak perlu surat menyurat, teknologi menawarkan
cara untuk berinteraksi dengan memudahkan masyarakat untuk berinteraksi jarak
jauh. Teknologi yang tidak ada habisnya
untuk berkembang juga menawarkan budaya untuk berinteraksi dengan video call
supaya masyarakat dapat bertatap muka walaupun dipisahkan oleh jarak sekalipun.
Teknologi sekarang sudah masuk ke kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun teori kultural menolak untuk mempelajari komputer sebagai
sebuah perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan sederhana yang
menghubungkan satu komputer ke komputer lain atau ke media lain. Lebih baik,
mereka merasa lelah untuk memahami teknologi sebagai bentuk dari kehidupan,
sebuah ungkapan (artikulasi), sebuah peralatan atau sebuah kumpulan dimana
lembaga mengalir. Mythinformation
(Mitos Informasi) (1986:105) berpendapat bahwa teknologi baru cenderung
memperkuat struktur kekuasaan secara keseluruhan, tidak menumbangkannya. Teknologi juga merupakan bentuk kehidupan dan mereka cenderung memperkuat struktur kekuasaan yang ada. Orang
yang mempunyai kemahiran dalam teknologi cenderung berada di posisi yang kuat,
contoh saja dalam perusahaan, orang yang dapat menggunakan teknologi cenderung
mendapatkan upah dan posisi lebih dari pada mereka yang tidak menggunakannya.
Sebagian dari kita beranggapan teknologi adalah
barang atau sesuatu yang baru. padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi
itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap
zaman memiliki teknologinya sendiri. Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk
sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan,
dan karya seni.
Teknologi merupakan salah satu komponen
kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai,
serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam
cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan
rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau
masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan
macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan
fisik), yaitu:
1.
alat-alat produktif
2.
senjata
3.
wadah
4.
alat-alat menyalakan api
5.
makanan
6.
pakaian
7.
tempat berlindung dan perumahan
8.
alat-alat transportasi
Dengan
semakin majunya perkembangan teknologi, maka hal tersebut akan berdampak pada
perubahan kebudayaan. Teknologi dapat mempengaruhi kebudayaan itu sendiri. Contohnya
saja di Indonesia. Budaya Timur termasuk budaya yang tinggi akan norma dan religious
dan Indonesia juga termasuk sebagai budaya timur. Semenjak teknologi masuk ke
Indonesia arus informasi semakin dapat kita terima, segala bentuk sesuatu yang
baru dapat kita ketahui dan apabila kita tidak membendungnya, maka teknologi
yang tadinya membuat kita menjadi lebih professional juga akan membentuk
identitas diri bahkan identitas budaya. Kebudayaan timur yang dibilang religious
dan tinggi akan norma dan moral bila dilihat mungkin sudah semakin hilang
karena masuknya budaya western yang disebarkan, dan media mempengaruhi dan membentuk
masyarakat serta budaya baru. Suatu teknologi memang ditentukan oleh
penggunaannya. Namun, Winner (1996) telah meyakinkan dan menyatakan bahwa kita
harus mempertimbangkan bahwa pengaturan teknologi itu sendiri, sebelum
penggunaan spesifik, tidak hanya mencerminkan tapi memaksakan keteraturan
sosial. Brook dan Boal juga menulis bahwa dalam virtual world manusia biasanya
akan bertemu dalam sebuah komunitas yang nantinya akan berkomunikasi dan secara
tidak sadar mereka akan saling bertukar kebiasaan mereka, ini memang dapat
menyetarakan cultur namun apabila tak terbendung akan menjadikan keteraturan masyarakat
tak terkendali. Sebuah perspektif
kajian budaya kontemporer pada teknologi dan kehidupan sehari-hari sangat
penting mengingat perkembangan TIK dan Penyematan mereka dalam lingkungan.
Pengertian Lama komputasi ubiqitous dan orang-orang pintar yang telah datang
lebih dekat dengan kenyataan. Dari jaringan sms/telponan/gambaran telpon
selular (lihat contoh, Katz, 2003; Katz dan Aakhus,2002) PDA dan perangkat
untuk dibenamkan lokasi sadar / komunikasi teknologi diaktifkan pada benda
sehari-hari dan pengaturan, media baru telah dengan cepat menjadi bagian dari
kebiasaan dan pengaturan budaya masyarakat perkotaan. Seperti teknologi sekitar
(Aarts dan Marzano,2003), dengan kemampuan mereka untuk menciptakan lingkungan
yang cerdas dan orang-orang cerdas (Rheingold,2003), memerlukan analisis budaya
yang hati-hati. Kebanyakan bekerja di globalisasi berfokus pada ekonomi
politik, melalui penelitian lebih menangani aspek budaya dari proses (Bird dkk
, 1993; Tomlinson, 1999 ; Wters, 1995). Namun beberapa, telah membahas
globalisasi baik dari segi budaya dan teknologi.Stratton (1997) adalah sebuah
pengecualian, melalui esainya akhirnya menjadi perekonomian yang lebih
berorientasi politik daripada budaya.Sebagian wacana globalisasi gagal untuk
melibatkan isu-isu budaya dan Techology meskipun fakta daripada kebanyakan
rekening globalisasi tidak gagal untuk dicatat bahwa globalisasi tergantung
pada media, komunikasi dan informasi teknologi baru yang menghubungkan pasar
keuangan, pabrik dan sebagainya.Daerah menuntut penelitian lebih lanjut (lihat
Abbas Dan Erni, 2005).