Friday, April 18, 2014

Technology and Culture : Change and Identity

Posted by Unknown at 5:03 AM 0 comments
Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia. Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan. Menurut Wikipedia sendiri Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi.

Kemajuan teknologi tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan seimbang dengan berjalannya kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap penemuan baru diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia agar mendapatkan suatu hal yang lebih mudah, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh penemuan-penemuan yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.

Teknologi memang mengubah budaya yang ada pada masyarakat. Masyarakat biasa berinteraksi secara face to face, secara tradisional, itulah budaya mereka ketika mereka hendak menyampaikan dan bertukar pesan. Perkembangan teknologi membuat masyarakat lebih mudah dalam membudayakan bahasa verbalnya, namun cara yang ditawarkan teknologi berbeda dengan cara yang tradisional. Teknologi memberikan masyarakat berinteraksi walaupun mereka berada di jarak yang jauh. Tidak perlu kontak mata, tidak perlu bersebelahan, tidak perlu bersentuhan, tidak perlu surat menyurat, teknologi menawarkan cara untuk berinteraksi dengan memudahkan masyarakat untuk berinteraksi jarak jauh.  Teknologi yang tidak ada habisnya untuk berkembang juga menawarkan budaya untuk berinteraksi dengan video call supaya masyarakat dapat bertatap muka walaupun dipisahkan oleh jarak sekalipun. Teknologi sekarang sudah masuk ke kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun teori kultural menolak untuk mempelajari komputer sebagai sebuah perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan sederhana yang menghubungkan satu komputer ke komputer lain atau ke media lain. Lebih baik, mereka merasa lelah untuk memahami teknologi sebagai bentuk dari kehidupan, sebuah ungkapan (artikulasi), sebuah peralatan atau sebuah kumpulan dimana lembaga mengalir. Mythinformation (Mitos Informasi) (1986:105) berpendapat bahwa teknologi baru cenderung memperkuat struktur kekuasaan secara keseluruhan, tidak menumbangkannya. Teknologi juga merupakan bentuk kehidupan dan mereka cenderung memperkuat struktur kekuasaan yang ada. Orang yang mempunyai kemahiran dalam teknologi cenderung berada di posisi yang kuat, contoh saja dalam perusahaan, orang yang dapat menggunakan teknologi cenderung mendapatkan upah dan posisi lebih dari pada mereka yang tidak menggunakannya.

Sebagian dari kita beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:

1.      alat-alat produktif
2.      senjata
3.      wadah
4.      alat-alat menyalakan api
5.      makanan
6.      pakaian
7.      tempat berlindung dan perumahan
8.      alat-alat transportasi

Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, maka hal tersebut akan berdampak pada perubahan kebudayaan. Teknologi dapat mempengaruhi kebudayaan itu sendiri. Contohnya saja di Indonesia. Budaya Timur termasuk budaya yang tinggi akan norma dan religious dan Indonesia juga termasuk sebagai budaya timur. Semenjak teknologi masuk ke Indonesia arus informasi semakin dapat kita terima, segala bentuk sesuatu yang baru dapat kita ketahui dan apabila kita tidak membendungnya, maka teknologi yang tadinya membuat kita menjadi lebih professional juga akan membentuk identitas diri bahkan identitas budaya. Kebudayaan timur yang dibilang religious dan tinggi akan norma dan moral bila dilihat mungkin sudah semakin hilang karena masuknya budaya western yang disebarkan, dan media mempengaruhi dan membentuk masyarakat serta budaya baru. Suatu teknologi memang ditentukan oleh penggunaannya. Namun, Winner (1996) telah meyakinkan dan menyatakan bahwa kita harus mempertimbangkan bahwa pengaturan teknologi itu sendiri, sebelum penggunaan spesifik, tidak hanya mencerminkan tapi memaksakan keteraturan sosial. Brook dan Boal juga menulis bahwa dalam virtual world manusia biasanya akan bertemu dalam sebuah komunitas yang nantinya akan berkomunikasi dan secara tidak sadar mereka akan saling bertukar kebiasaan mereka, ini memang dapat menyetarakan cultur namun apabila tak terbendung akan menjadikan keteraturan masyarakat tak terkendali. Sebuah perspektif kajian budaya kontemporer pada teknologi dan kehidupan sehari-hari sangat penting mengingat perkembangan TIK dan Penyematan mereka dalam lingkungan. Pengertian Lama komputasi ubiqitous dan orang-orang pintar yang telah datang lebih dekat dengan kenyataan. Dari jaringan sms/telponan/gambaran telpon selular (lihat contoh, Katz, 2003; Katz dan Aakhus,2002) PDA dan perangkat untuk dibenamkan lokasi sadar / komunikasi teknologi diaktifkan pada benda sehari-hari dan pengaturan, media baru telah dengan cepat menjadi bagian dari kebiasaan dan pengaturan budaya masyarakat perkotaan. Seperti teknologi sekitar (Aarts dan Marzano,2003), dengan kemampuan mereka untuk menciptakan lingkungan yang cerdas dan orang-orang cerdas (Rheingold,2003), memerlukan analisis budaya yang hati-hati. Kebanyakan bekerja di globalisasi berfokus pada ekonomi politik, melalui penelitian lebih menangani aspek budaya dari proses (Bird dkk , 1993; Tomlinson, 1999 ; Wters, 1995). Namun beberapa, telah membahas globalisasi baik dari segi budaya dan teknologi.Stratton (1997) adalah sebuah pengecualian, melalui esainya akhirnya menjadi perekonomian yang lebih berorientasi politik daripada budaya.Sebagian wacana globalisasi gagal untuk melibatkan isu-isu budaya dan Techology meskipun fakta daripada kebanyakan rekening globalisasi tidak gagal untuk dicatat bahwa globalisasi tergantung pada media, komunikasi dan informasi teknologi baru yang menghubungkan pasar keuangan, pabrik dan sebagainya.Daerah menuntut penelitian lebih lanjut (lihat Abbas Dan Erni, 2005).


Saturday, April 12, 2014

Penerapan Media Dalam Kelompok Kecil

Posted by Unknown at 4:57 AM 0 comments
Kelompok-kelompok kecil biasanya terdiri dari minimal dua atau maksimal 15 lebih anggota yang secara kolektif saling bergantung, yang akrab dan berinteraksi (Cf. McGrath, 1984). Anggota kelompok memiliki tujuan, saling bergantung dan saling berinteraksi satu sama lain dan mempunyai rasa memiliki. Perkembangan terbaru dalam teknologi komunikasi digital telah membawa perubahan radikal dalam sebuah kelompok.
Jika dibandingkan kelompok sekarang ini terutama dalam kelompok kerja sudah banyak yang menggunakan bahkan tergantung dengan teknologi. Era yang menuntut manusia untuk mengatur teknologi malah membuat kita diatur oleh teknologi. Awalnya mungkin manusia hanya menjadikan teknologi sebagai sebuah sarana atau wadah untuk lebih mudah dalam berinteraksi, maupun mencari informasi yang dibutuhkan. Namun secara tidak disadari, teknologi justu membalikan ekspektasi tersebut. Teknologi pada era sekarang ini yang lebih mengatur manusia, manusia seakan tidak bisa jauh dari teknologi dan teknologi baginya adalah sebuah kebutuhan. Selain itu, teknologi yang semakin hari semakin maju justru membuat masyarakat terpengaruh dengan informasinya. Teknologi dengan mudah mnyerap apa yang diakses oleh masyarakat dan langsung merekomendasikan apa yang masyarakat butuhkan.
Dilihat dari segi positifnya, dalam sebuah kelompok jika sudah dimasuki oleh era teknologi maka akan berdampak pada tugas yang mereka kerjakan, dengan teknologi akses informasi lebih mudah, sehingga para anggota kelompok dalam menyelesaikan tugasnya terfokus karena teknologi mempunyai suatu sistem klasifikasi dari sistem komunikasi yang berdasarkan pada peran fungsional teknologi untuk mendukung kerja sama kelompok. Sistem tersebut antara lain adalah: GCSS yang memudahkan anggota kelompok dalam berinteraksi; GISS yang memudahkan anggota kelompok dalam mencari informasi baik berupa database atau yang lainnya; GXSS yang memudahkan anggota kelompok dalam berinteraksi diluar kelompoknya contohnya perusahaan dengan agen atau stakeholder dan yang terakhir adalah GPSS yang memudahkan anggota kelompok dalam penampilkan performanya dalam tugas-tugasnya. Munculnya media baru juga memudahkan anggota kelompok dalam berinteraksi untuk mencapai dan menentukan sebuah keputusan. Dengan fasilitas-fasilitasnya (Video, Telepon, Fax, dll) memudahkan individu-individu dalam melakukan komunikasi dengan rekan-rekannya. Perkembangan teknologi baru juga menjauhkan kelompok dari kendala-kendala ukuran dari kelompok itu sendiri, dengan adanya media ruang dari kelompok itu dapat menjadi lebih luas. Contohnya dengan adanya facebook membuat anggota kelompok itu menjadi semakin luas karena terkoneksi dari seluruh belahan dunia. Menurut McGrath dan Hollingshead, 1994, media baru memungkinkan kelompok dalam mengatasi kendala ruang dan waktu, akses informasi, dan meningkatkan kinerja kelompok. Misalnya online shop yang sedang marak di Indonesia membuat sebuah toko lebih mudah dalam mendapatkan pembeli dan meningkatkan kinerjanya karena memudahkan mereka dalam memasarkan produknya. Namun media baru malah menghambat sebuah consensus dalam sebuah kelompok dan mengurangi keintiman dari masing-masing anggota. Sedangkan kelompok yang masih tradisional walaupun memiliki kendala terhadap ruang, tempat, dan waktu mereka justru consensus dan keintimannya sangat baik, karena mereka masih berinteraksi secara face to face.
Di zaman yang serba modern ini, hampir segala sesuatu tidak terlepas dari 'internet', termasuk juga soal bisnis. Jika kita bicara soal bisnis atau usaha tentunya tidak terlepas dengan kegiatan pemasaran, jual beli, atau marketing. Untuk menjadikan sebuah usaha atau bisnis itu berhasil, dibutuhkan sebuah manajemen dan teknik marketing yang baik.
Salah satu pemanfaatan internet dalam dunia kerja adalah untuk melakukan perdagangan elektronik atau E-commerce, perdagangan yang menggunakan jaringan komunikasi internet.
Sementara itu, dalam dunia perbankan internet dimanfaatkan untuk melakukan transaksi, misalnya Internet Banking.

Penggunaan Internet untuk Staf

1.                  Untuk merekrut pegawai
2.                  Menurunkan biaya perekrutan 
3.                  Memproses lebih cepat dari perekrutan pegawai biasa
4.                  Memungkinkan untuk menarik calon pegawai lebih banyak 
5.                  Untuk mengetahui diterima atau tidak disebuah perusahaan

Penggunaan Internet untuk Telecommuter
1.                  Untuk bekerja pada sebuah perusahaan yang berada di negara yang sama tetapi berbeda tempat tinggal 
2.                  Penggunaan komputer dan telekomunikasi untuk mengubah lokasi dan ruang diterima bekerja

Penggunaan Internet untuk Karyawan-Pembangunan
1.                  Untuk mendapatkan dan melengkapi pengetahuan yang ada
2.                  Untuk mendapatkan keterampilan yang baru

Short et al. (1976) mengatakan bahwa kehadiran model sosial bertujuan  untuk memprediksi individu media yang akan menggunakan untuk beberapa jenis interaksi. Bahwa individu akan memilih media komunikasi yang memiliki kehadiran sosial setaraf dengan tugas mereka berusaha untuk mencapainya. Teori kehadiran sosial, diasumsikan bahwa kesempurnaan media dipertimbangkan menjadi sebuah dimensi yang objektif, yang setiap media menyediakan kesempurnaan dengan jumlah yang sama, ditetapkan sebelumnya oleh atribut yang melekat pada teknologi, tanpa memperhatikan siapa yang menggunakannya (Culnan dan Markus, 1997).
Dalam sebuah struktur kelompok yang sudah mengenal media jika diterapkan di kelompok tersebut maka struktur dalam kelompok menjadi tidak jelas atau belum terstruktur karena dalam media baru, semua anggota kelompok posisinya sama. Menurut Gildens (1984) menekankan pentingnya proses interaksi kelompok, baik dalam menentukan hasil kelompok dan dalam menengahi efek dari teknologi tertentu setiap menyajikan pada dasarnya, teknologi sosial menyajikan suatu struktur aturan dan operasi ke grup, tetapi kelompok tidak secara pasif memilih teknologi dalam bentuk yang sudah ada sebelumnya.
Internet banyak membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Setiap perusahaan pasti berharap dengan adanya kemajuan teknologi (internet) bisa meningkatkan efisiensi kerja dan mendorong peningakatan produktifitas karyawannya. Setiap perusahaan pasti berharap dan senang bila mempunyai karyawan yang mempunyai komitmen tinggi pada perusahaan. Harapan ini wajar karena terdapat pengaruh bagi aspek-aspek kerja lainnya dalam perusahaan.
Dengan memanfaatkan keberadaan internet pekerjaan yang dilaksanakan oleh karyawan bisa menjadi lebih mudah, cepat dan bahkan bisa meningkatkan pengetahuan karyawan tersebut. Namun dibalik itu juga ada kerugian (dampak negative) -nya apabila adanya internet bukan dimanfaat kan untuk keperluan pekerjaan, misalnya kadang sering membuat para karyawan jadi tidak fokus sama kerjaan, karena bekerja sekalian chatting, atau browsing hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA

Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consequences of ITCs, Sage Publication Ltd. London




 

maulina's room Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea