Saturday, April 12, 2014

Penerapan Media Dalam Kelompok Kecil

Posted by Unknown at 4:57 AM
Kelompok-kelompok kecil biasanya terdiri dari minimal dua atau maksimal 15 lebih anggota yang secara kolektif saling bergantung, yang akrab dan berinteraksi (Cf. McGrath, 1984). Anggota kelompok memiliki tujuan, saling bergantung dan saling berinteraksi satu sama lain dan mempunyai rasa memiliki. Perkembangan terbaru dalam teknologi komunikasi digital telah membawa perubahan radikal dalam sebuah kelompok.
Jika dibandingkan kelompok sekarang ini terutama dalam kelompok kerja sudah banyak yang menggunakan bahkan tergantung dengan teknologi. Era yang menuntut manusia untuk mengatur teknologi malah membuat kita diatur oleh teknologi. Awalnya mungkin manusia hanya menjadikan teknologi sebagai sebuah sarana atau wadah untuk lebih mudah dalam berinteraksi, maupun mencari informasi yang dibutuhkan. Namun secara tidak disadari, teknologi justu membalikan ekspektasi tersebut. Teknologi pada era sekarang ini yang lebih mengatur manusia, manusia seakan tidak bisa jauh dari teknologi dan teknologi baginya adalah sebuah kebutuhan. Selain itu, teknologi yang semakin hari semakin maju justru membuat masyarakat terpengaruh dengan informasinya. Teknologi dengan mudah mnyerap apa yang diakses oleh masyarakat dan langsung merekomendasikan apa yang masyarakat butuhkan.
Dilihat dari segi positifnya, dalam sebuah kelompok jika sudah dimasuki oleh era teknologi maka akan berdampak pada tugas yang mereka kerjakan, dengan teknologi akses informasi lebih mudah, sehingga para anggota kelompok dalam menyelesaikan tugasnya terfokus karena teknologi mempunyai suatu sistem klasifikasi dari sistem komunikasi yang berdasarkan pada peran fungsional teknologi untuk mendukung kerja sama kelompok. Sistem tersebut antara lain adalah: GCSS yang memudahkan anggota kelompok dalam berinteraksi; GISS yang memudahkan anggota kelompok dalam mencari informasi baik berupa database atau yang lainnya; GXSS yang memudahkan anggota kelompok dalam berinteraksi diluar kelompoknya contohnya perusahaan dengan agen atau stakeholder dan yang terakhir adalah GPSS yang memudahkan anggota kelompok dalam penampilkan performanya dalam tugas-tugasnya. Munculnya media baru juga memudahkan anggota kelompok dalam berinteraksi untuk mencapai dan menentukan sebuah keputusan. Dengan fasilitas-fasilitasnya (Video, Telepon, Fax, dll) memudahkan individu-individu dalam melakukan komunikasi dengan rekan-rekannya. Perkembangan teknologi baru juga menjauhkan kelompok dari kendala-kendala ukuran dari kelompok itu sendiri, dengan adanya media ruang dari kelompok itu dapat menjadi lebih luas. Contohnya dengan adanya facebook membuat anggota kelompok itu menjadi semakin luas karena terkoneksi dari seluruh belahan dunia. Menurut McGrath dan Hollingshead, 1994, media baru memungkinkan kelompok dalam mengatasi kendala ruang dan waktu, akses informasi, dan meningkatkan kinerja kelompok. Misalnya online shop yang sedang marak di Indonesia membuat sebuah toko lebih mudah dalam mendapatkan pembeli dan meningkatkan kinerjanya karena memudahkan mereka dalam memasarkan produknya. Namun media baru malah menghambat sebuah consensus dalam sebuah kelompok dan mengurangi keintiman dari masing-masing anggota. Sedangkan kelompok yang masih tradisional walaupun memiliki kendala terhadap ruang, tempat, dan waktu mereka justru consensus dan keintimannya sangat baik, karena mereka masih berinteraksi secara face to face.
Di zaman yang serba modern ini, hampir segala sesuatu tidak terlepas dari 'internet', termasuk juga soal bisnis. Jika kita bicara soal bisnis atau usaha tentunya tidak terlepas dengan kegiatan pemasaran, jual beli, atau marketing. Untuk menjadikan sebuah usaha atau bisnis itu berhasil, dibutuhkan sebuah manajemen dan teknik marketing yang baik.
Salah satu pemanfaatan internet dalam dunia kerja adalah untuk melakukan perdagangan elektronik atau E-commerce, perdagangan yang menggunakan jaringan komunikasi internet.
Sementara itu, dalam dunia perbankan internet dimanfaatkan untuk melakukan transaksi, misalnya Internet Banking.

Penggunaan Internet untuk Staf

1.                  Untuk merekrut pegawai
2.                  Menurunkan biaya perekrutan 
3.                  Memproses lebih cepat dari perekrutan pegawai biasa
4.                  Memungkinkan untuk menarik calon pegawai lebih banyak 
5.                  Untuk mengetahui diterima atau tidak disebuah perusahaan

Penggunaan Internet untuk Telecommuter
1.                  Untuk bekerja pada sebuah perusahaan yang berada di negara yang sama tetapi berbeda tempat tinggal 
2.                  Penggunaan komputer dan telekomunikasi untuk mengubah lokasi dan ruang diterima bekerja

Penggunaan Internet untuk Karyawan-Pembangunan
1.                  Untuk mendapatkan dan melengkapi pengetahuan yang ada
2.                  Untuk mendapatkan keterampilan yang baru

Short et al. (1976) mengatakan bahwa kehadiran model sosial bertujuan  untuk memprediksi individu media yang akan menggunakan untuk beberapa jenis interaksi. Bahwa individu akan memilih media komunikasi yang memiliki kehadiran sosial setaraf dengan tugas mereka berusaha untuk mencapainya. Teori kehadiran sosial, diasumsikan bahwa kesempurnaan media dipertimbangkan menjadi sebuah dimensi yang objektif, yang setiap media menyediakan kesempurnaan dengan jumlah yang sama, ditetapkan sebelumnya oleh atribut yang melekat pada teknologi, tanpa memperhatikan siapa yang menggunakannya (Culnan dan Markus, 1997).
Dalam sebuah struktur kelompok yang sudah mengenal media jika diterapkan di kelompok tersebut maka struktur dalam kelompok menjadi tidak jelas atau belum terstruktur karena dalam media baru, semua anggota kelompok posisinya sama. Menurut Gildens (1984) menekankan pentingnya proses interaksi kelompok, baik dalam menentukan hasil kelompok dan dalam menengahi efek dari teknologi tertentu setiap menyajikan pada dasarnya, teknologi sosial menyajikan suatu struktur aturan dan operasi ke grup, tetapi kelompok tidak secara pasif memilih teknologi dalam bentuk yang sudah ada sebelumnya.
Internet banyak membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Setiap perusahaan pasti berharap dengan adanya kemajuan teknologi (internet) bisa meningkatkan efisiensi kerja dan mendorong peningakatan produktifitas karyawannya. Setiap perusahaan pasti berharap dan senang bila mempunyai karyawan yang mempunyai komitmen tinggi pada perusahaan. Harapan ini wajar karena terdapat pengaruh bagi aspek-aspek kerja lainnya dalam perusahaan.
Dengan memanfaatkan keberadaan internet pekerjaan yang dilaksanakan oleh karyawan bisa menjadi lebih mudah, cepat dan bahkan bisa meningkatkan pengetahuan karyawan tersebut. Namun dibalik itu juga ada kerugian (dampak negative) -nya apabila adanya internet bukan dimanfaat kan untuk keperluan pekerjaan, misalnya kadang sering membuat para karyawan jadi tidak fokus sama kerjaan, karena bekerja sekalian chatting, atau browsing hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA

Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consequences of ITCs, Sage Publication Ltd. London




0 comments:

Post a Comment

 

maulina's room Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea