Kelompok-kelompok kecil
biasanya terdiri dari minimal dua atau maksimal 15 lebih anggota yang secara
kolektif saling bergantung, yang akrab dan berinteraksi (Cf. McGrath, 1984). Anggota
kelompok memiliki tujuan, saling bergantung dan saling berinteraksi satu sama
lain dan mempunyai rasa memiliki. Perkembangan terbaru dalam teknologi
komunikasi digital telah membawa perubahan radikal dalam sebuah kelompok.
Jika dibandingkan kelompok
sekarang ini terutama dalam kelompok kerja sudah banyak yang menggunakan bahkan
tergantung dengan teknologi. Era yang menuntut manusia untuk mengatur teknologi
malah membuat kita diatur oleh teknologi. Awalnya mungkin manusia hanya
menjadikan teknologi sebagai sebuah sarana atau wadah untuk lebih mudah dalam
berinteraksi, maupun mencari informasi yang dibutuhkan. Namun secara tidak
disadari, teknologi justu membalikan ekspektasi tersebut. Teknologi pada era
sekarang ini yang lebih mengatur manusia, manusia seakan tidak bisa jauh dari
teknologi dan teknologi baginya adalah sebuah kebutuhan. Selain itu, teknologi
yang semakin hari semakin maju justru membuat masyarakat terpengaruh dengan
informasinya. Teknologi dengan mudah mnyerap apa yang diakses oleh masyarakat
dan langsung merekomendasikan apa yang masyarakat butuhkan.
Dilihat dari segi positifnya,
dalam sebuah kelompok jika sudah dimasuki oleh era teknologi maka akan
berdampak pada tugas yang mereka kerjakan, dengan teknologi akses informasi
lebih mudah, sehingga para anggota kelompok dalam menyelesaikan tugasnya
terfokus karena teknologi mempunyai suatu sistem klasifikasi dari sistem
komunikasi yang berdasarkan pada peran fungsional teknologi untuk mendukung
kerja sama kelompok. Sistem tersebut antara lain adalah: GCSS yang memudahkan
anggota kelompok dalam berinteraksi; GISS yang memudahkan anggota kelompok
dalam mencari informasi baik berupa database atau yang lainnya; GXSS yang
memudahkan anggota kelompok dalam berinteraksi diluar kelompoknya contohnya
perusahaan dengan agen atau stakeholder dan yang terakhir adalah GPSS yang
memudahkan anggota kelompok dalam penampilkan performanya dalam tugas-tugasnya.
Munculnya media baru juga memudahkan anggota kelompok dalam berinteraksi untuk
mencapai dan menentukan sebuah keputusan. Dengan fasilitas-fasilitasnya (Video,
Telepon, Fax, dll) memudahkan individu-individu dalam melakukan komunikasi
dengan rekan-rekannya. Perkembangan teknologi baru juga menjauhkan kelompok
dari kendala-kendala ukuran dari kelompok itu sendiri, dengan adanya media
ruang dari kelompok itu dapat menjadi lebih luas. Contohnya dengan adanya
facebook membuat anggota kelompok itu menjadi semakin luas karena terkoneksi
dari seluruh belahan dunia. Menurut McGrath dan Hollingshead, 1994, media baru
memungkinkan kelompok dalam mengatasi kendala ruang dan waktu, akses informasi,
dan meningkatkan kinerja kelompok. Misalnya online shop yang sedang marak di
Indonesia membuat sebuah toko lebih mudah dalam mendapatkan pembeli dan
meningkatkan kinerjanya karena memudahkan mereka dalam memasarkan produknya.
Namun media baru malah menghambat sebuah consensus dalam sebuah kelompok dan
mengurangi keintiman dari masing-masing anggota. Sedangkan kelompok yang masih
tradisional walaupun memiliki kendala terhadap ruang, tempat, dan waktu mereka
justru consensus dan keintimannya sangat baik, karena mereka masih berinteraksi
secara face to face.
Di zaman yang serba
modern ini, hampir segala sesuatu tidak terlepas dari 'internet', termasuk juga
soal bisnis. Jika kita bicara soal bisnis atau usaha tentunya tidak terlepas
dengan kegiatan pemasaran, jual beli, atau marketing. Untuk menjadikan sebuah
usaha atau bisnis itu berhasil, dibutuhkan sebuah manajemen dan teknik
marketing yang baik.
Salah satu
pemanfaatan internet dalam dunia kerja adalah untuk melakukan perdagangan
elektronik atau E-commerce, perdagangan yang menggunakan jaringan komunikasi
internet.
Sementara itu, dalam dunia perbankan internet
dimanfaatkan untuk melakukan transaksi, misalnya Internet Banking.
Penggunaan Internet untuk Staf
1.
Untuk merekrut
pegawai
2.
Menurunkan biaya perekrutan
3.
Memproses lebih cepat dari
perekrutan pegawai biasa
4.
Memungkinkan untuk menarik calon
pegawai lebih banyak
5.
Untuk mengetahui diterima atau tidak
disebuah perusahaan
Penggunaan Internet
untuk Telecommuter
1.
Untuk bekerja pada
sebuah perusahaan yang berada di negara yang sama tetapi berbeda tempat
tinggal
2.
Penggunaan komputer
dan telekomunikasi untuk mengubah lokasi dan ruang diterima bekerja
Penggunaan Internet
untuk Karyawan-Pembangunan
1.
Untuk mendapatkan
dan melengkapi pengetahuan yang ada
2.
Untuk mendapatkan
keterampilan yang baru
Short et
al. (1976) mengatakan bahwa kehadiran model sosial bertujuan untuk memprediksi individu media yang akan
menggunakan untuk beberapa jenis interaksi. Bahwa individu akan memilih media
komunikasi yang memiliki kehadiran sosial setaraf dengan tugas mereka berusaha
untuk mencapainya. Teori kehadiran sosial, diasumsikan bahwa kesempurnaan media
dipertimbangkan menjadi sebuah dimensi yang objektif, yang setiap media
menyediakan kesempurnaan dengan jumlah yang sama, ditetapkan sebelumnya oleh
atribut yang melekat pada teknologi, tanpa memperhatikan siapa yang
menggunakannya (Culnan dan Markus, 1997).
Dalam
sebuah struktur kelompok yang sudah mengenal media jika diterapkan di kelompok
tersebut maka struktur dalam kelompok menjadi tidak jelas atau belum
terstruktur karena dalam media baru, semua anggota kelompok posisinya sama.
Menurut Gildens (1984) menekankan pentingnya proses interaksi kelompok, baik
dalam menentukan hasil kelompok dan dalam menengahi efek dari teknologi
tertentu setiap menyajikan pada dasarnya, teknologi sosial menyajikan suatu
struktur aturan dan operasi ke grup, tetapi kelompok tidak secara pasif memilih
teknologi dalam bentuk yang sudah ada sebelumnya.
Internet
banyak membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Setiap
perusahaan pasti berharap dengan adanya kemajuan teknologi (internet) bisa
meningkatkan efisiensi kerja dan mendorong peningakatan produktifitas
karyawannya. Setiap perusahaan pasti berharap dan senang bila mempunyai
karyawan yang mempunyai komitmen tinggi pada perusahaan. Harapan ini wajar
karena terdapat pengaruh bagi aspek-aspek kerja lainnya dalam perusahaan.
Dengan
memanfaatkan keberadaan internet pekerjaan yang dilaksanakan oleh karyawan bisa
menjadi lebih mudah, cepat dan bahkan bisa meningkatkan pengetahuan karyawan
tersebut. Namun dibalik itu juga ada kerugian (dampak negative) -nya apabila
adanya internet bukan dimanfaat kan untuk keperluan pekerjaan, misalnya kadang
sering membuat para karyawan jadi tidak fokus sama kerjaan, karena bekerja
sekalian chatting, atau browsing hal-hal yang tidak berhubungan dengan
pekerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
Lievrouw,
Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consequences of
ITCs, Sage Publication Ltd. London
0 comments:
Post a Comment