Wednesday, March 19, 2014

Teknologi Komunikasi: New Media and Virtual Community

Posted by Unknown at 9:15 AM
Kali ini, saya akan memposting essai mengnai Teknologi Komunikasi: New Media and Virtual Community. Sebelumnya mari kita ketahui apa itu New Media dan Kommunitas Virtual.


New Media adalah media yang didalamnya terdiri dari gabungan berbagai elemen. Itu artinya terdapat konvergensi media di dalamnya, dimana beberapa media dijadikan satu, itu baru disebut new media. Contohnya : Seperti QuickTime movies, suara yang dimasukkan secara terpisah dan berjalan selama film berjalan. Karena tiap-tiap elemen memiliki independensi masing-masing, maka masing-masing dapat dimodifikasi / di-edit kapanpun. New Media adalah media dapat mengoperasikan sifat otomatis dalam berbagai perangkatnya. Contohnya: Program edit gambar seperti Photoshop dapat dengan otomatis memperbaiki gambar hasil scan, membersihkan gambar dan meningkatkan kontras gambar.
Komponen New Media

Pada New Media dibutuhkan beberapa komponen, komponen yang dibutuhkan oleh New Media diantaranya :

1. Komputer
2. Handphone
3. Internet


Karateristik New Media

Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik yang dapat dimanipulasi, serta memiliki 3 karakteristik utama, yaitu integrasi, interaktif, dan digital. New media bersifat jaringan, padat, mampat, dan tidak memihak.

Menurut Feldman, New Media memiliki lima karakteristik, yaitu :
Pertama, media baru mudah dimanipulasi. Hal ini sering kali mendapat tanggapan negatif dan menjadi perdebatan, karena media baru memungkinkan setiap orang untuk memanipulasi dan merubah berbagai data dan informasi dengan bebas.
Kedua,  media baru bersifat networkable. Artinya, konten-konten yang terdapat dalam media baru dapat dengan mudah dishare dan dipertukarkan antar pengguna lewat jaringan internet yang tersedia. Karakteristik ini dapat kita sebut sebagai kelebihan, karena media baru membuat setiap orang dapat terkoneksi dengan cepat dan memberi solusi terhadap kendala jarak dan waktu antar pengguna.
Ketiga, media baru bersifat compressible. Konten-konten yang ada dalam media baru dapat diperkecil ukurannya sehingga kapasitasnya dapat dikurangi. Hal ini memberi kemudahan untuk menyimpan konten-konten tersebut dan men-sharenya kepada orang lain.

Keempat, media baru sifatnya padat. Dimana kita hanya membutuhkan space yang kecil untuk menyimpan berbagai konten yang ada dalam media baru. Sebagai contoh, kita hanya memerlukan satu PC yang terkoneksi dengan jaringan internet untuk dapat menyimpan berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia dalam PC tersebut.
Kelima, media baru bersifat imparsial. Konten-konten yang ada dalam media baru tidak berpihak pada siapapun dan tidak dikuasai oleh segelintir orang saja. Karena itulah media baru seringkali disebut sebagai media yang sangat demokratis, karena kapitalisasi media tidak berlaku lagi. Setiap orang dapat menjadi produsen dan konsumen secara bersamaan dan setiap pengguna dapat berlaku aktif disana.


Apa itu Komunitas?
Komunitas atau Community adalah sekumpulan individu yang biasanya memiliki minat yang sama. Sebuah komunitas biasanya terbentuk karena memiliki kebutuhan yang sama (ataupun tidak) pada sebuah minat tertentu. Sebuah komunitas atau club biasanya diawali dengan berkumpul bersama. Awalnya dengan beberapa orang (minimal 2 orang) yang saling kenal, memiliki minat yang sama dan kemudian berkembang dan anggotanyapun bertambah.
Apa itu Virtual?
Virtual adalah dunia yang biasanya kita sebut sebagai dunia maya atau cyber space yaitu  sebuah dunia komunikasi berbasis computer yang menawarkan realitas baru.
Jadi, Komunitas Virtual adalah sebuah komunitas yg terbentuk dan tergabung dari berbagai element yang biasanya memiliki hobby yang sama dan menyalurkan semua yang berkaitan dengan  hobbinya tersebut melalui sebuah dunia maya yaitu Virtual.

Namun, menurut para ahli, Virtual Community adalah :

Virtual Community

  • Porter  mendefinisikan virtual community (komunitas virtual) sebagai sekumpulan individu atau rekan bisnis yang berinteraksi seputar minat yang sama, di mana interaksi ini didukung dan dimediasi oleh teknologi dan diatur oleh beberapa moderator ataupun aturan tertentu
  • McQuail mengutip Lindlof dan Schatzer (1998) mengatakan bahwa virtual community terbentuk karena adanya orang yang memiliki kesamaan minat dan sering berinteraksi satu sama lain. Virtual community ini dapat terbentuk dari berbagai media sosial dan jejaring sosial misalnya, Facebook.
  • Menurut Yap dan Bock seperti dikutip dalam Akkinen, komunitas virtual berada di dalam internet dan memiliki aktivitas yang didukung dengan komputer berteknologi informasi. Komunitas virtual menfokuskan diri di dalam komunikasi dan interaksi yang dibentuk oleh partisipasi dan mengkhususkan pada hubungan antara anggota di dalam komunitas virtual dan peran dari teknologi informasi.
Jika dilihat dari komposisi dan aktifitasnya komunitas ini memiliki keanggotaan yang renggang dan biasanya hanya melakukan aktifitas yang bersifat khusus atau tertentu saja. Jika dilihat dari struktur organisasinya komunitas virtual bersifat tidak terikat waktu dan tempat melainkan bisa dilakukan dimana saja, kapan saja karna sifatnya menggunakan media online. 
Lawan dari komunitas virtual adalah komunitas organik atau bisa juga disebut dengan komunitas yang nyata.


  • Komunitas organik dalam komposisi dan aktifitasnya ikatan kelompoknya itu berdasarkan dari umur missal sepantaran dan kegiatan atau aktifitasnya berupa beberapa aktifitas.
  • Komunitas organik struktur organisasinya bersifat terikat pada waktu dan tempat. Jika dilihat dalam konteks bahasa dan interaksi hanya komunitas organik saja yang bisa melakukan konteks verbal dan non verbal karena sifatnya yang nyata.
  • Komunitas organik lebih bersifat homogen.
_________________________________________________________________

Jika dibandingkan, dahulu orang-orang bisa dibilang susah untuk mendapatkan informasi, keterbatasan dan kekurangan menghambat mereka untuk mendapatkan infromasi. Sekarang segala macam teknologi sudah berkembang, dan akan terus berkembang, mulai dari surat menyurat, telpon rumah, hingga sekarang berkembanglah gadget atau leptop atau bahkan smart TV yang memudahkan kita untuk mendapatkan segala informasi dan berkomunikasi dengan orang di seluruh penjuru dunia. Tentulah semua peran gadget, leptop dan lainnya itu tidak luput dari Internet yang mengkoneksikannya. Internet membuat kita lebih mudah dalam melakukan sesuatu yang dianggap sulit bagi kita. Internet dapat membantu kita mengerjakan tugas sekolah, kerja, bahkan sampai ajang pencarian jodoh pun kita bisa menemukannya di Internet melalui jaringan sosial yang sekarang banyak diciptakan guna untuk mempermudah pengguna.

Teknologi memanglah sesuatu yang selalu berkembang tanpa ada habisnya. Semenjak munculnya radio dan televisi manusia semakin ingin menciptakan sesuatu yang baru yang dapat memberikan kemudahan, sehingga terciptalah internet. Internet dengan sendirinya membuat orang-orang yang merasa mempunyai kepentingan, minat dan tujuan yang sama melakukan interaksi, namun interaksi ini dimediasi oleh teknologi yang bernama internet. Virtual Community sendiri sudah banyak kita temui sekarang contohnya seperti jejaring sosial dan forum serta blog. Dengan adanya virtual community, wadah untuk kita menjadi lebih kreatif dan sharing kepada orang yang mempunyai minat sama terhadap kita menjadi mudah. Lawan dari virtual community sendiri adalah organic community dimana anggotanya lebih sering bertatap muka atau berdiskusi, contohnya misalnya pertemuan keluarga, atau pertemuan kantor, atau juga arisan. Di dalam organic community tedapat sebuah struktur seperti ketua atau wakil, bendahara.

Internet merupakan teknologi atau media yang dibilang masih baru. Teknologi ini dikatakan akan menghapus ketidaksetaraan dan kejahatan dalam masyarakat, pendidikan akan meningkat dengan pesat. Dan menurut Rheingold (1993,1993 b, 200) internet dapat membantu menemukan kembali atau menghidupkan kembali masyarakat. Dalam bukunya "The Virtual Community" dia mengisi suara kepercayaan umum bahwa hilangnya nilai-nilai masyarakat tradisional dapat dikembalikan melalui komunikasi lewat Internet.


Media merupakan sebuah wadah untuk kita mendapatkan informasi, entah dari mana informasi tersebut, media menyalurkannya pada kita. Dengan adanya media, peran individu dapat diintegrasikan ke dalam komunitas (Janowitz, 1952). Menurutnya, media dan masyarakat itu saling berkontribusi.





Setiap media pasti mempunyai dampak negatif dan positif. Dampak positif dari media adalah informasi kita makin berkembang, jendela kita untuk mengetahui sesuatu yang baru makin terbuka, semakin mudah kita dalam memberikan dan menerima informasi. Sedangkan dampak negatifnya adalah timbulnya kekerasan baru karena media menyiarkan sesuatu yang berbau kekerasan sehingga diadaptasi oleh masyarakat. Selain itu juga timbulnya kecurangan dan copy paste, sehingga ke-kreatifitasan masyarakat makin berkurang. Internet berisi informasi yang sangat banyak dan tak terbendung, jika kita sadari dengan adanya internet ini banyak informasi yang dapat kita dapatkan namun informasi itu juga menyebabkan kita tidak dapat membandingkannya, karena informasi itu sudah sangat banyak. Perkembangan teknologi ini selain dapat memberikan kita kebaikan ternyata juga sekarang digunakan oleh orang-orang untuk propaganda politik ataupun membuat tatanan masyarakat menjadi rusak. Contohnya saja banyaknya situs-situs porno, bahkan sekarang iklan-iklan di situs-situs yang mungkin tidak berbau pornografi juga berbau pornografi dan menampilkan gambar yang tidak pantas ditampilkan. Jika itu dilihat oleh anak yang belum cukup umur dan tanpa pengawasa orang tua itu bisa merusak moralnya. Kemajuan teknologi ini juga membuat kita terbiasa dengan hal-hal yang instan serta kita menjadi ketergantungan, yang seharusnya waktu bisa digunakan untuk melakukan hal yang positif namun sekarang banyak digunakan untuk gadget, menonton TV, dan lain-lain sehingga kita terjatuh didalamnya. Jika dirasakan, teknologi juga membuat kebudayaan-kebudayaan semakin jarang ditemukan karena manusia lebih sering menghabiskan waktu dengan teknologi daripada bergotong royong atau melakukan pengajian. Berinteraksi secara langsung pun kini sudah digantikan oleh SMS, bahkan video call.

Banyaknya isu-isu mengenai media baru dan komunitas virtual memang hal yang menarik untuk dibahas. Sekarang ini Indonesia merupakan negara yang sudah termasuk aktif dalam penggunaan internet, bahkan game online sudah banyak dimainkan oleh masyarakat bahkan anak yang masih duduk dalam sekolah dasar pun juga dapat kita temui. Faktanya juga warung internet sekarang lebih laris dari pada rental internet yang hanya untuk browsing. Sebenarnya apa yang mereka dapatkan dari game online itu, dan apa yang mereka inginkan dari komunitas game online itu? Saya pribadi juga adalah seseorang yang sudah menggeluti dunia gamer dari saya duduk dibangku SMP, menurut saya apa yang mereka inginkan dari game online itu adalah sebuah hiburan yang mereka tidak bisa dapatkan di dunia nyata. Contohnya : si A di sekolahnya tidak begitu pandai dalam mengekspresikan dirinya di depan teman-temannya dan saat si A itu sudah menemukan dunia virtual dia bisa memainkan perannya dengan bantuan-bantuan dunia virtual. Sehingga ketika dia merasa sudah nyaman dengan dunianya dan tidak bisa mengimbangi antara dunia nyata dengan virtual, dia akan semakin ketergantungan dan benar-benar melupakan apa yang dilakukannya di dunia nyata. Apa lagi ketika dia bertemu dengan orang-orang yang mayoritas sama dengannya dan mereka bertemu dalam game online tersebut, maka sosialisasinya terhadap dunia luar akan semakin sulit. Dampak ini memang sangatlah membahayakan, sudah seharusnya ada sosialisasi atau pengawasan baik dari pihak keluarga atau lingkungan. Virtual Community memang dengan mudahnya menggantikan Organic community, namun banyak dampak dan konsekuensi yang harus kita terima, karena pada dasarnya tidak semua teknologi yang modern mempunyai dampak yang positif.

Daftar Pustaka            :


Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006,  Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consquences of ITCs, Sage Publication Ltd. London. Chapter  2  :  “Creating Community  with Media : History, Theories and Scientific Investigations.
http://id.wikipedia.org/wiki/Tipologi_komunitas_virtual diakses tanggal 18 Maret 2014
http://laoderahmatputra.blogspot.com/2013/10/pengertian-new-media.html diakses tanggal 19 Maret 2014







0 comments:

Post a Comment

 

maulina's room Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea